LIPUTAN WISATAWAN Akses menuju kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), khususnya jalur menuju Puncak Penanjakan via Kabupaten Pasuruan, lumpuh total akibat tanah longsor pada Rabu (25/2/2026) dini hari. BPBD Kabupaten Pasuruan mengeluarkan rekomendasi teknis demi keselamatan pengunjung. Mengingat, kondisi cuaca di kawasan Bromo yang masih tidak menentu dan potensi hujan masih tinggi.
“Aparat (petugas gabung) sudah mengecek lokasi rawan untuk memastikan kondisi benar-benar aman sebelum jalur dibuka normal. Kami minta pengunjung tetap waspada. Potensi hujan tinggi,” Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Rabu. Selain melakukan evakuasi material longsor seperti bebatuan dan pepohonan, Sugeng menyebut, petugas terus melakukan pemantauan intensif terhadap stabilitas tebing di sepanjang jalur wisata guna mengantisipasi longsor susulan.
Selanjutnya, menurut dia, pihak terkait akan memasang tanda peringatan di titik rawan. Wisatawan diminta tidak berhenti atau memarkir kendaraan di area yang telah ditandai berbahaya.
“Karena motor rusak akibat tertimbun longsor saat parkir,” ujarnya. Pihak BPBD juga mengimbau para wisatawan ekstra waspada saat beraktivitas pada malam hingga dini hari, terutama saat intensitas hujan meningkat. “Wisatawan disarankan memantau informasi terkini dari pihak TNBTS atau BPBD sebelum memulai perjalanan menuju Penanjakan,”
Untuk diketahui, tebing di Bukit Kedaluh dan Bukit Dingklik dilaporkan longsor setelah wilayah Kecamatan Tosari diguyur hujan deras disertai angin kencang selama lebih dari 15 jam, terhitung sejak Selasa (24/2/2026) pagi. Akibatnya, jalur wisata dari Wonokitri ke Penanjakan tertutup sementara karena material longsor menutupi total akses jalan utama.
Di Bukit Kedaluh, tebing setinggi 10 meter longsor dengan panjang 20 meter. Kejadian ini juga menimbun tujuh unit motor milik warga dan pengunjung yang terparkir di lokasi. Sedangkan di Bukit Dingklik, longsor setinggi lima meter dengan panjang 10 meter.
Hingga Rabu siang, petugas gabungan dari TNBTS, aparat Kecamatan Tosari, TNI/Polri, serta warga setempat masih bahu-membahu membersihkan material tanah dan pepohonan yang menutup jalan.


Leave a Reply