LIPUTAN WISATAWAN Pemerintah Kabupaten Jember bersama aparat keamanan menyiapkan sejumlah langkah pengamanan dan rekayasa lalu lintas di kawasan wisata Pantai Watu Ulo dan Papuma pada libur Lebaran 2026. Sebagaimana diketahui, libur Lebaran menjadi momen favorit masyarakat untuk berwisata, termasuk mengunjungi pantai-pantai populer, seperti Watu Ulo dan Papuma. Setiap musim libur Lebaran, dua destinasi tersebut selalu padat oleh wisatawan.
Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Jember, Bobby Arie Sandi, mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan prosedur operasional standar (SOP) untuk mengatur arus pengunjung sekaligus meminimalkan potensi kecelakaan.
โSudah disiapkan di Watu Ulo dengan melibatkan banyak unsur dan banyak pihak, mulai dari TNI, Polri di dua Muspika Ambulu dan Wuluhan,โ
Bobby menjelaskan, pengamanan juga melibatkan sejumlah instansi lain seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Kesehatan, hingga unsur masyarakat. Petugas gabungan akan disiagakan sejak hari kedua Lebaran untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan di kawasan pantai. Selain pengamanan, skema pengaturan lalu lintas juga akan diterapkan jika terjadi kepadatan di pintu masuk wisata.
โKetika pintu masuk penuh maka jalur yang utara akan digunakan untuk pintu keluar, sesuai kesepakatan pengelola PT Palawi dan UPT Watu Ulo,โย Pemkab juga akan memperkenalkan berbagai destinasi wisata lain di Jember melalui publikasi di media sosial agar wisatawan tidak terpusat di satu lokasi saja. Ia juga mengimbau wisatawan tetap memperhatikan faktor keselamatan, terutama bagi yang berkunjung ke wisata alam seperti gunung dan air terjun. Apalagi di tengah cuaca ekstrem.
Bobby mengimbau agar pengunjung nantinya tidak mendekati aliran air terjun jika kondisi air keruh karena berpotensi membawa material batu dari hulu. Sementara itu, Kasat Lantas Polres Jember AKP Berbardus Bagas Simarmata mengatakan, polisi menyiapkan rekayasa arus lalu lintas menuju Pantai Watu Ulo dan Papuma jika terjadi lonjakan kendaraan. Salah satu skenario yang disiapkan adalah penerapan sistem satu arah menuju kawasan Papuma.
โNanti akan kita buat one way. Pintu masuk Papuma semuanya lewat Pos Watu Ulo. Jadi ketika padat akan kita buat satu arah, masuknya satu dan keluarnya juga satu,โ terang dia. Namun, penerapan rekayasa lalu lintas tersebut bersifat situasional dan akan dilakukan berdasarkan kondisi di lapangan.
โTidak ada waktu tertentu. Kita lihat situasional, kalau memang membutuhkan baru kita lakukan rekayasa,โ ujar Bagas. Polres Jember pun juga telah mendirikan pos pengamanan di Pantai Watu Ulo dengan mensiagakan personel gabungan dari berbagai unsur seperti Polri, TNI, BPBD, hingga Satpol PP.


Leave a Reply